Tuesday, 8 December 2015

Dedikasikan dan Kuduskan Hati,Daya,Pikiran,Dan Kekuatan DidalamNya

Senantiasa ingatlah bahwa Yesus Kristus pencipta Alam Semesta, Arsitek dari keselamatan manusia dan kepala Gereja ini memegang kendali.
Kondisi di dunia ini tidaklah pasti dan bahaya, dan ekonomi dunia tidak stabil dan tidak dapat diprediksi. Nilai-nilai berharga dari kehidupan, kebebasan, dan pengejaran akan kebahagiaan sedang diserang oleh mereka yang ingin membatasi hak pilihan dan membuat manusia bergantung pada alih-alih mendorong manusia untuk menggunakan keterampilan dan bakat untuk menciptakan cara-cara baru dan menarik dari melakukan segala sesuatu. Standar-standar moralitas gagal. Manusia sedang diserang dan runtuh. Kasih dalam hati manusia telah menjadi beku dan tidak alami. Ada gangguan dalam integritas,kejujuran, dan kebaijkan dari para manusia. Perang dan desas-desus antarbangsa dan kepercayaan iman meningkat. Dan bahkan lebih banyak kehancuran dan perang yang berkecamuk diantara yang baik dan yang jahat. Antara JuruSelamat bersama bala tentara terangNya dengan setan bersama para pengikut jahatnya berusaha memengaruhi jiwa anak-anal Allah. Kita hidup disuatu masa ketika orang-orang jahat melakukan hal-hal yang mengerikan dan hina, Kita hidup disuatu masa perang, kita hidup disuatu masa arogansi. Kita hidup disuatu masa kejahatan,pornografi,amoralitas. Namun mari kita coba menggantikan kejahatan dengan iman. Apa yang saya percaya Tuhan ingin kita semua menggantikan ketakutan dengan iman kepada Allah dan kuasa pendamaian Tuhan Yesus Kristus. Sewaktu kita memikirkan tentang masa depan, kita hendaknya dipenuhi dengan iman dan harapan. Senantiasa ingatlah bahwa Yesus Kristus Pencipta Alam Semesta, Arsitek dari keselamatan kita dan kepala Gereja ini memegang kendali. Dia tidak akan membiarkan pekerjaan-Nya gagal,Dia akan berjaya melawan segala kegelapan dan kejahatan. Dan Dia mengundang kita semua,anggota Gereja-Nya dengan orang lain yang jujur hatinya untuk bergabung dalam pertempuran bagi jiwa-jiwa anak Allah. Seiring dengan semua yang lain yang akan kita lakukan dalam kehidupan, kita juga harus mendedikasikan dan menguduskan hati,daya,pikiran,dan kekuatan kita dalam urusan-Nya, berjalan dalam iman dan bekerja dengan keyakinan. Saya percaya banyak manusia zaman sekarang akan menjadi partisipan aktif dalam berkat-berkat duniawi jika mereka menaati perintah-perintah Tuhan.
Anda akan memiliki dua pilihan. Akankah motivasi anda untuk membangun dan memperoleh berkat-berkat Tuhan demi gratifikasi pribadi, demi pengakuan dari manusia, dan demi kekuasaan, pengaruh serta kebanggaan diri? atau akankah motivasi anda untuk memuliakan Allah, untuk bekerja menolong menghantarkan pertumbuhan dan perluasan gereja-Nya?
Jika anda memilih motivasi yang pertama,anda akan gagal. Anda tidak akan pernah merasa puas. Anda akan menjadi hampa,tidak pernah menemukan sukacita yang tahan lama. Mereka yang mencari kekayaan untuk membangun ego mereka sendiri dan menemukan harta mereka menjadi licin dan mudah hilang dalam cara-cara yang tidak bijaksana ( helaman 13:31). Janganlah biarkan kesombongan dari hatimu ini menghancurkan jiwamu ( Yakub 2:13,14,16). Tuhan tidak mengatakan kepada kita bahwa kita hendaknya jangan makmur atau bahwa kemakmuran itu dosa. Sebaliknya Dia telah senantiasa memberkati anak-anakNya yang patih. Namun Dia memberi tahu kita bahwa kita hendaknya mencari kemakmuran hanya setelah kita mencari, menemukan, dan melayani-Nya. Kemudian karena hati kita benar, karena kit mengasihi Dia pertama dan terutama, kita akan memilih untuk menginvestasikan kekayaan yang kita peroleh dalam membangun kerajaanNya. Saya mengajak anda untuk membuat komitmen pada diri sendiri dan kepada Bapa Surgawi untuk mendedikasikan kehidupan Anda dan menguduskan waktu serta bakat Anda untuk membangun Gereja Yesus Kristus dalam antisipasi kedatangan Kedua Juru Selamat. Biarlah motif pikiran dan tindakan Anda untuk memualiakan Allah dan untuk memberkati sesama anda. Biarlah hasrat ini mengilhami anda untuk menyambut setiap pagi baru dengan antusiasme dan biarkan itu mengisi pikiran dan tindakan anda. Jika anda melakukan ini, anda akan diberkati ditengah dunia yang cepat kehilangan jalannya, dan anda serta orang-orang terkasih anda akan selamat dan  bahagia, Sya ingin mengajak anda melihat masa depan anda. Milikilah iman dan harapan bagi masa depan cerah yang anda hadapi. Bergembiralah meskipun awan badai mungkin berkumpul, meskipun hujan mungkin mengguyur kita, pemgetahuan kita tentang injil dan kasih kita bagi Bapa Surgawi dan Juru Selamat kita akan menghibur dan mendukung kita serta mendatangkan sukacita dalam hati kita sewaktu kita berjalan dengan benar dan menaati perintah-perintah, tidak akan ada apapun di dunia ini yang dapat mengalahkan kita.
Pengalaman saya yang sangat nyata adalah sepanjang hidup menggereja saya, saya telah mengalami banyak hal yang luar biasa, dan di artikel ini saya ingin berbagi kemenakjubkan kuasa Tuhan yang telah mengumpulkan banyak OMK SeKalimantan Tengah.







Ini adalah dokumentasi saat beberapa paroki berfoto bersama saat acara PalangkaRaya Youth Day untuk orang muda katolik dalam menggabungkan ide,kreatifitas,bakat,dan kemauan tinggi bagi Gereja dan bagi Tuhan Yesus.
Saudara dan Saudari yang terkasih, Bergembiralah, Masa depan seindah dan secemerlang iman Anda.





Thursday, 26 November 2015

Totalitas Iman Mewujudkan Mukjizat

Manusia telah belajar iman yang berasal dari Allah Bapa dan iman yang berasal dari Yesus Kristus. Allah Bapa dan Yesus Kristuslah yang menciptakan iman manusia di sepanjang hidup orang yang mengikutiNya. Didalam Ibrani 12:1-2 dikatakan bagaimana manusia memandang Yesus Kristus sebagai sumber iman, Yesus yang mengadakan dan menggenapkan iman, dan Dia yang kemudian menjadi teladan bagi manusia. Dia sendiri mengabaikan penghinaan,tekun memikul salib,dan akhirnya menggantinya dengan sukacita yang disediakan bagi Dia, Dia juga duduk disebelah kanan Allah Bapa. "He starts, He created faith and He accomplished and He guides us until the end. Dia yang menciptakan iman, Dia yang memimpin manusia serta menggenapkan iman didalam diri . manusia. Dia yang mengadakan dan menyempurnakan. Iman harus berasal dari Allah Bapa dan Yesus Kristus, yang nantinya akan membawa berkat yang sangat luar biasa di dalam hidup. Maka tidaklah salah jika manusia meminta agar imannya disempurnakan karena tidak ada seorang pun yang imannya sempurna didunia ini. Terkadang dalam hidup manusia merasa begitu sulit tanpa adanya iman, semua terlihat begitu negatif, semua menjadi tidak mungkin, semua sulit dikerjakan, semua , seolah sia-sia. Saya juga mengalami hal tersebut, saya seringkali merasa bahwa saya tidak akan bisa, bahwa hal ini tidak akan mungkin, Pada saat inilah saya mencoba bersandar pada Tuhan dan mohon Tuhan memberikan kekuatan, kita harus bisa belajar menerobos keluar, menyelesaikan dan melewati setiap kesulitan betapapun besarnya karena kita punya iman. Benarkah kita percaya pada Kristus? jika kita percaya kepada Allah yang benar-benar memberikan kekuatan kepada kita maka masalah apapun akan dapat terselesaikan dengan mudah. Contoh pengalaman saya yang dapat saya ceritakan adalah ketika saya menghilangkan sebuah flashdisk yang berisi data perusahaan milik keluarga,disitu saya merasa sangat putus asa hingga menangis kemudian saya berdoa mohon pertolongan kepada Tuhan dengan totalitas keyakinan iman dan entah apa yang menggerakan saya selesai berdoa, saya langsung menuju ke tempat sampah dan ajaibnya disitulah flashdisk tersebut berada. peristiwa ini saya anggap sebagai mukjizat yang mengerakkan nurani saya bahwa ketika apapun didasarkan kepada Tuhan akan berakhir dengan indah, Jadi saya ingin membuka pikiran saudara-saudariku mengenai kekuatan akan iman. Semoga bermanfaat, Tuhan memberkati.

Wednesday, 18 November 2015

Allah Sebagai Realitas dimanapun dan kapanpun

Manusia yang beriman adalah mereka yang mengarahkan pandangannya pada kekekalan dan manusia yang beriman bukanlah orang yang melarikan diri dari dunia(eskapis). Manusia yang beriman kepada Tuhan adalah orang yang mendapatkan kekuatan besar dalam hidupnya, sehingga hidup mereka dipakai untuk menjadi berkat terbesar. Manusia beriman adalah orang yang menerima kehendak Allah didalam hidupnya, dan didalam ketaatan mereka kepada kehendak Allah mereka mengalami tranformasi yang luar biasa untuk mempersiapkan mereka dipakai oleh Allah.

Walaupun Allah tidak kelihatan, tetapi Ia adalah realitas yang riil. Allah yang tidak kelihatan itulah yang memberikan kepada manusia makna,kekuatan,penghiburan,dan pengharapan dalam menjalani kehidupan mereka. Bagi orang beriman realitas yang tidak kelihatan itu lebih berharga daripada yang kelihatan, "karena yang tidak kelihatan itu kekal dan yang kelihatan itu sementara" (2Kor. 4;18). Bahkan lebih dari itu, Allah adalah realitas yang paling riil dari semuanya. Dunia dengan segala isinya akan berlalu;kekasih,orangtua atau anak,suami atau istri, saudara atau sahabat, dan semua yang kita banggakan akan berlalu dari kehidupan kita kelak, tetapi Tuhan akan tetap selama-lamanya bersama kita. Sungguh ironis, terkadang manusia merasa Tuhan dan pertolonganNya kurang riil karena Ia tidak kelihatan, sebaliknya menganggap manusia itu lebih riil. Manusia cenderung untuk menyembah sesuatu yang kelihatan dan mengabaikan Allah yang tidak kelihatan. Manusia rohani atau orang beriman akan memandang Allah lebih besar daripada semua yang lain, ia aka lebih takut pada Allah daripada manusia dan hal lain. Dengan demikian ia akan memiliki keteguhan dan tidak akan mudah digoyahkan, ia dapat melihat pelangi dibalik awan yang kelabu,
Ketika kita percaya kepada Allah, kita mempercayai Dia sebagai Pencipta Alam Semesta yang memiliki kedaultan tertinggi atas segala sesuatu dan atas kehidupan kita, satu-satunya Pribadi yang paling besar dalam kehidupan kita, tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Dia, karena itu kita sebaiknya memberikan penghormatan tertinggi hanya kepadaNya dan tidak memberikan penghormatan seperti itu kepada yang lain. Kebenaran ini terus bergema didalam seluruh Kitab Suci bahwa Allah harus menjadi yang terutama dalam hidup kita lebih daripada orang tua, anak, kekasih, harta, bahkan diri kita sendiri. Dan ingatlah, semua itu Tuhan maksudkan demi untuk kebaikan kita.
Percaya kepada Allah berarti mempercayai Dia sebagai sumber berkat sejati, bahwa "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna" datang dari Tuhan (Yak:1;17). Allah adalah satu-satunya sumber berkat sejati, karena itu memiliki Tuhan berarti memiliki berkat terbesar. Orang demikian akan memiliki kelegaan terbesar karena Allah yang mengasihiNya pasti akan mencukupi setiap kebutuhannya. Tuhan mengasihi setiap anakNya, setiap orang dikasihiNya secara khusus walaupun setiap orang memiliki situasi hidup yang berbeda, tetapi setiap  orang menerima kasih yang tidak kurang. Karena itu, kita tidak perlu iri hati pada orang lain yang memiliki situasi hidup yang berbeda darinya. Biarlah kita merespons setiap anugrah Tuhan bagi kita dengan sikap yang positif dan beriman.
Pengalaman saya sendiri selama hidup, yang tentunya sudah banyak mengalami banyak peristiwa, sedih, senang,  terharu dan sebagaiannya, Namun semua itu tetap saya pikirkan sebagai kuasa Tuhan yang paling indah untuk menjadikan saya semakin kuat. Saya juga berusaha untuk berbuat baik walaupun saya adalah manusia yang penuh dengan kelemahan. Salah satunya kebaikan yang baru-baru saja saya lakukan adalah saat saya beribadah di gereja katolik St. Athanasius KarangPanas Semarang dan bangku-bangku untuk beribadah sudah penuh, dan ada banyak orang yang tidak mendapatkan tempat duduk, saya pun mengalah dengan seorang ibu dan anaknya, mereka pun duduk ditempat duduk awal saya, dan saya berdiri, kalau menurut orang awam mungkin hal itu akan membuat saya lelah karna berdiri disepanjang misa, namun bagi saya apabila hal tersebut dilakukan dengan tulus, akan sangat membahagiakan. Marilah lebih banyak menyalur kebaikan atas dasar iman kepada sesama manusia, hewan, dan lingkungan hidup. Semoga dapat menjadi Berkat.

Berkah dalem

Tuesday, 10 November 2015

Agama Yang Menjadi Terang Dan Garam Dunia

Di muka bumi ini Tuhan menciptakan berbagai macam makhluk hidup salah satunya adalah manusia. Manusia sebagai salah satu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia ditugaskan sebagai pemimpin untuk mengatur isi muka bumi ini. Manusia diberikan oleh Tuhan akal pikiran , perasaan yang tidak di miliki makhluk hidup lainnya. Manusia terdiri dari berbagai macam organ salah satunya  hati.

Cinta adalah Kasih , dan cinta yang artinya menyayangi seseorang tulus dari hati yang terdalam tanpa mengharapkan imbalan , namun cinta kasih dapat diberikan kepada makhluk makhluk yang ada di alam semesta ini karena kita semua adalah saudara yang diciptakan oleh Tuhan dan akan kembali kepadaNya

Berikut ini adalah Contoh Cinta Kasih terhadap sesama makhluk hidup di muka bumi


  • Manusia yang bersahabat dengan binatang. Faktor umur tidak mempengaruhi rasa cinta dan kasihnya terhadap sesama makhluk hidup baik dewasa maupun anak - anak pasti mempunyai rasa cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup seperti yang dilihatkan pada gambar ini dimana anak bayi tersebut sangat menyayangi si kucing dengan sangat tulus


  • Manusia yang saling tolong menolong. Kepedulian seorang atlet ketika melihat " lawannya " tertaih - tatih karena ia memiliki rasa cinta dan kasih antar sesama manusia dan manusia di ciptakan untuk saling tolong menolong jika dalam kesulitan

  • Pria yang rela memberikan sandalnya kepada pengemis karena dilandasi suatu rasa kepedulian dan kasih sayng. Pria ini memiliki rasa cinta kasih karena ia kasihan melihat seorang pengemis yang tidak menggunakan sandal , ia dapat merasakan apa yang pengemis itu rasakan tidak mengenakan sandal bukanlah hal yang mudah haris menginjak batu , menahan panas , bahkan harus merintih kesakitan , Jika kaki kita tertnyata menginjak sebuah beling yang dapat melukai kaki kita sehingga pria ini pun memberikan sandalnya kepada si pengemis


  • Seorang laki - laki yang menikahi wanita yang tidak memiliki kedua tangan ini merupakan salah satu contoh cinta kasih manusia terhadap pasangannya . Disini lelaki tidak melihat wanita tersebut hanya dari wajahnya melainkan karena dirinya benar benar mencintai wanita itu dengan sepenuh hatinya , hingga mereka berdua menikah dan dapat membangun sebuah rumah tangga.



Cinta Kepada Tuhan
Puncak cinta  manusia yang paling tinggi , mulia , jernih dan sprititual ialah cintanya kepada Tuhan dan kerinduannya kepada-Nya menunjukkan cintanya kepada Tuhan . Tidak hanya menyembahnya seperti sholat , pujian dan doanya . Tetapi semua tindakan dan tingkah lakunya di tujukan kepada Tuhan mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya

Cinta seorang manusia kepada Tuhan melebihi cintanya kepada segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan ini , melebihi cintanya kepada dirinya sendiri , anak - anaknya , istrinya , kedua orang tuanya, keluarganya dan hartanya

Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Tuhan merupakan pendorong dan mengarahkannya kepada penundukkan semua bentuk kecintaan lainnya . Cinta kepada Tuhan akan membuat seseorang akan menjadi mencintai sesama manusia , hewan  semua makhluk Tuhan , dan seluruh alam semesta. Hal ini terjadi karena semua yang ada di pandang sebagai manifestasi " Tuhannya sebagai sumber kerinduan sprititualnya dan harapan kalbunya.Dan beruntungnya saya juga mendapatkan kesempatan untuk dapat berbagi kasih dengan sesama, hal itu juga saya lakukan berdasarkan cinta kasih yang tidak memandang dari usia , status , ras , ataupun hal lainnya . Hal tersebut juga sempat saya dokumentasikan , Saya ingin berbagi di blog ini






Dari foto - foto ini saya ingin mengajak saudara - saudariku untuk lebih membuka diri , iman , dan hati untuk berbagi kasih dengan sesama , karena hal tersebut sangat indah dan mampu mengerakan tali persaudaraan di tengah perbedaan yang akan menjadikan kita sebagai pribadi yang mencintai Tuhan dan sesama


Salam Kasih  Berkah Dalem



Friday, 30 October 2015

MENJAGA KERUKUNAN HIDUP UMAT BERBEDA AGAMA

MENJAGA KERUKUNAN HIDUP UMAT BERBEDA AGAMA


Selamat siang saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan
Hari ini saya ingin membagikan artikel mengenai kerukunan antar agama


Mencermati situasi dan kondisi yang terjadi di dalam masyarakat belakangan ini, barangkali kita boleh mengatakan bahwa kita seolah-olah kembali ke zaman pra-peradaban di mana permusuhan dan perang merupakan hal yang lajim. Melalui media kita tahu, perang antar kampung, antar klan, antar komunitas sering terjadi. Manusia mudah tersinggung dan terbawa emosi sehingga nekad melakukan tindakan apa saja termasuk kekerasan terhadap orang lain. Nafsu menguasai sangat menonjol, keserakahan semakin menjadi-jadi.
Tentu saja kita tidak menghendaki keadaan khaos terus-menerus terjadi di negeri kita ini. Kita bisa membayangkan bagaimana masa depan bangsa jika konflik dan permusuhan antar anak bangsa ini terus terjadi. Kita akan semakin sulit menjadi bangsa yang sejahtera jika kita terus menerus dikejar-kejar oleh ketakutan dan tidak bebas berkarya di tengah masyarakat. Para pemimpin bangsa tidak mungkin berkonsentrasi memikirkan kesejahteraan masyarakat jika terus menerus diancam oleh ketakutan. Mengatasi masalah-masalah serius akibat bencana alam pun sudah menguras banyak energy. Kekhaosan dan kerusakan yang diakibatkan kerusuhan menambah beban yang cukup besar. Tetapi apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Apa dan bagaimana kita memperjuangkan kerukunan di dalam masyarakat majemuk seperti ini? Bagaimana kita menyikapi sentimen agama yang dapat membayang-bayangi gagalnya perjumpaan antar umat beragama?
Ditengarai, konflik dan permusuhan antar kelompok dilakukan atas nama agama. Agama yang seharusnya membawa kesejukan dan kedamaian berubah menjadi pembawa malapetaka. Oleh sebab itu dibutuhkan gerakan moral dari para pemimpin masyarakat yang masih sadar tentang bahaya yang sedang mengancam. Kearifan lokal juga sangat berguna untuk menghadapi arus globalisasi yang semakin kuat. Kita perlu mempengaruhi masyarakat akar rumput agar tidak mudah terbawa arus dan tidak mudah diprovokasi. Diperlukan tafsir agama yang memihak kepada kerukunan dan tafsir yang menghargai kemajukan. Menuju kepada peran dimaksud, pertemuan umat lintas agama seperti ini sangat penting untuk memperkaya pengalaman keagamaan kita. Dalam pertemuan lintas agama kita bisa saling mengenal. Semakin saling mengenal, maka kita semakin akrab, dan jalinan persahabatan akan terwujud, sentiment agama akan bisa ditinggalkan sehingga kerukunan dapat dirajut dengan baik.
Pluralisme: bagaimana sikap kita?

Ada kesalah-pahaman tentang arti daripada pluralisme dan ada kelompok yang menolaknya sebab dianggap sebagai tipu muslihat untuk melakukan proselitisasi. Kecurigaan seperti itu merupakan salah satu penyebab dari konflik antar komunitas. Padahal dilihat dari kenyataan, pluralisme merupakan suatu keniscayaan, tidak seorang pun dapat mengingkarinya. Pluralisme menunjuk kepada suatu sikap dan pengakuan terhadap kepluralitasan berbagai aspek kehidupan: agama, suku, budaya, bangsa dan menerima kemajemukan (pluralitas) sebagai kenicayaan. Pluralisme, bukan sebagai isme (dalam arti ideologi) tetapi maknanya adalah: pengakuan terhadap kenyataan adanya berbagai agama dan kepercayaan yang tumbuh dan berkembang di sekitar kita dan masing-masing mempunyai ajaran dan kebenarannya sendiri.
Pluralisme bukanlah suatu usaha membandingkan-bandingan, mempertentangkan apalagi menyatu-nyatukan kebenaran agama-agama yang berbeda. Kebenaran agama merupakan milik dan keyakinan masing-masing agama dan setiap penganut agama tidak boleh meremehkan apalagi menghina kebenaran agama lain. Perlu ditegaskan, pluralisme bukan suatau keyakinan baru dan bukan pula synkritisme. Mengambil unsur-unsur tertentu dari agama-agama dan kemudian menggabungkannya menjadi suatu agama baru tidak dapat kita terima sebab itu menjadi suatu agama gado-gado yang tidak jelas fundasi dan tujuannya.
Dalam sejarah perjumpaan antar umat berbeda agama, paling tidak ada tiga paradigma, yakni paradigma eksklusivisme, paradigma inklusivisme dan paradigma pluralisme. Ketiga paradigma itu memiliki kelemahannya masing-masing. Tetapi para teolog bidang agama-agama mengakui bahwa paradigma pluralisme jauh lebih maju dari kedua paradigma sebelumnya. Tetapi relativisme harus dihindarkan sebab jika demikian identitas dari setiap agama akan menjadi kabur. Pluralisme yang dimaksudkan oleh para teolog ialah: kita menghargai identitas agama-agama lain, menghargai kepercayaan orang-orang lain secara jujur dan terbuka tanpa kehilangan identitas dan kepercayaan agama sendiri.


Perjumpaan antar umat beragama dari sudut pandang Kristen.
Secara informal sebenarnya perjumpaan antar umat beragama telah terjadi di tengah-tengah masyarakat. Setiap hari kita berjumpa dan bercakap-cakap dengan saudara kita yang berbeda agama, suku, budaya, bahasa dan bangsa, misalnya di kantor, di pasar dan sebagainya. Kita juga hidup bertetangga dengan orang-orang yang memiliki latarbelakang yang berbeda-beda itu. Kondisi seperti ini telah sejak dahulu di tengah-tengah bangsa kita, dan semakin nyata terlihat di daerah perkotaan.
Kita tidak pernah merencanakan siapa yang tinggal di sebelah rumah kita. Kita juga tidak mungkin menolak orang-orang yang berbeda iman bekerja bersama-sama dengan kita di suatu perusahaan atau instansi-instansi pemerintahan. Orang-orang lain berada bersama-sama dengan kita dan bekerja sama untuk melakukan suatu tugas tertentu, sebagai atasan, bawahan ataupun mitra sejajar. Kenyataannya, selama ini duduk bersama di suatu kantor atau tempat melakukan pekerjaan tertentu tidak pernah dihalangi oleh perbedaan agama. Setiap orang bekerja menurut kemampuan masing-masing dan saling melengkapi.
Ketika kita belanja di pasar, kita juga tidak pernah menanyakan agama seseorang (pedagangnya). Kita membutuhkan sesuatu, berkomunikasi secara wajar, dan mereka pun membutuhkan kita. Dengan kata lain, dialog informal berlangsung setiap hari di dalam masyarakat tanpa pernah diatur oleh siapapun. Perbedaan-perbedaan termasuk agama tidak menjadi penghalang bagi dalam pergaulan, kerja sama dan hubungan social dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi di sisi lain, sulit kita sangkal, konflik (permusuhan) di dalam masyarakat dengan memperalat isu agama jauh lebih cepat merebak dibandingkan dengan isu lainnya. Jika agama dipertentangkan atau dibenturkan, maka keramahtamahan dan relasi yang baik antar pribadi tadi bisa sirna sekejap dan berganti dengan permusuhan. Sekalipun banyak orang mengatakan bahwa konflik horizontal yang merebak di berbagai tempat (daerah) di Nusantara pada akhir abad yang lalu dibakar oleh ketimpangan ekonomi, adanya kecemburuan terhadap mereka yang lebih berhasil dalam ekonomi, tetapi tidak dapat disangkal, isu agama membuat api itu semakin besar. Agama yang seharusnya memberikan ketenangan, mendorong manusia untuk memasuki hubungan yang terdalam dengan Tuhan dan mengajarkan perdamaian umat manusia, justru menjadi alat pembakar emosi melakukan tindakan memerangi (bahkan menghancurkan) orang lain yang tidak seagama.
Ajaran-ajaran agama yang lembut dan penuh kasih itu menjadi terlupakan, yang muncul adalah luapan kemarahan yang bertentangan dengan ajaran agama itu. Kerusuhan (bahkan mungkin dapat kita sebut sebagai perang) di berbagai daerah di Indonesia, pembakaran rumah-rumah ibadah telah menunjukkan bahwa sentimen agama masih sangat potensial dipergunakan menyulut permusuhan. Sebenarnya, di samping agama, masyarakat kita memiliki landasan penting dalam rangka perwujudan kerukunan umat beragama yakni budaya atau adat. Tetapi oleh sebab kuatnya daya dorong yang diakibatkan oleh sentimen agama, budaya atau adat itu pun sering tidak mampu bertahan menghadapi hasutan yang datang dari luar.
Oleh sebab itu, di samping perjumpaan informal yang terjadi secara otomatis di dalam masyarakat, dialog formal berupa perjumpaan yang direncanakan masih tetap dibutuhkan dan perlu ditingkatkan serta disosialisasikan ke tingkat grass root dari masyarakat. Peran dari para pemuka masyarakat sangat strategis dalam rangka menyebar-luaskan pentingnya pentingnya dialog antar umat beragama demi mencapai kedamaian bersama. Maka pendalaman terhadap agama sendiri (teologi agama sendiri) dan pengenalan terhadap agama lain (teologi agama-agama lain) diharapkan menjadi agenda penting dari semua pemuka agama.
Perjumpaan formal (dialog formal) umat berbeda agama bukan perbantah-bantahan tetapi percakapan dalam posisi setingkat. Perjumpaan bukan polemik yang bersifat apologetis untuk saling mengalahkan tetapi saling memahami. Oleh sebab itu di dalam perjumpaan itu harus terdapat keterbukaan, keterusterangan dan kejujuran. Dalam perjumpaan setiap orang bersedia mengungkapkan apa yang dia ketahui dan yakini dengan sejujur-jujurnya dan bersedia mendengar keyakinan orang lain. Kejujuran dan keterbukaan dibutuhkan oleh sebab perjumpaan tidak bertujuan untuk meniadakan perbedaan atau merelatifkan ajaran agama. Setiap penganut agama harus yakin dengan ajaran agamanya dan tidak boleh menghina atau merendahkan ajaran agama lainnya.
Memang harus diakui, pelaksanaan perjumpaan umat berbeda agama itu tidak semudah yang dibayangkan. Ada berbagai hambatan yang dihadapi dan perlu diatasi. Ada banyak yang menerimanya secara positip dan terbuka tetapi ada juga yang mencurigainya sebab dianggap mempunyai agenda tersendiri melakukan proselitisasi kepada penganut agama lain. Namun kita harus menegaskan, dialog atau perjumpaan yang mengandung muatan proselitisasi akan macet, tidak akan berhasil dengan baik. Oleh sebab itu tugas dan tanggungjawab kita bersama-lah menjaga agar perjumpaan antar umat berbeda agama tidak salah arah.
Bersama-sama menjaga Kerukunan Umat.

Dengan istilah “menjaga” saya memahami bahwa kerukunan itu bukan merupakan hal yan baru, sudah kita alami bersama sejak lama. Pengertian rukun bukan hanya sekedar tidak ada perang. Rukun dalam masyarakat berarti setiap orang merasakan adanya kesamaan atau kesederajatan, ada relasi dan kerja sama yang baik, saling menjaga serta memperdulikan, saling mendukung. Hal seperti ini sudah terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Misalnya kita bisa melihat kenyataan masyarakat di Tapanuli. Dalam suatu pesta setiap anggota keluarga dan masyarakat kampung itu hadir termasuk keluarga Islam yang ada di tempat itu. Biasanya yang menyembelih kerbau pada pagi hari untuk kebutuhan pesta itu adalah Muslim. Di Sipirok, keluarga Muslin dan Kristen bekerja sama membangun masjid dan gereja. Tetapi oleh karena beberapa factor dan ulah sebagian kecil orang, belakangan ini kerukunan itu terusik. Dengan perkataan lain, ada tantangan besar yang harus dihadapi.






Hello Kitty Winking Pointer