Manusia yang beriman adalah mereka yang mengarahkan pandangannya pada kekekalan dan manusia yang beriman bukanlah orang yang melarikan diri dari dunia(eskapis). Manusia yang beriman kepada Tuhan adalah orang yang mendapatkan kekuatan besar dalam hidupnya, sehingga hidup mereka dipakai untuk menjadi berkat terbesar. Manusia beriman adalah orang yang menerima kehendak Allah didalam hidupnya, dan didalam ketaatan mereka kepada kehendak Allah mereka mengalami tranformasi yang luar biasa untuk mempersiapkan mereka dipakai oleh Allah.
Walaupun Allah tidak kelihatan, tetapi Ia adalah realitas yang riil. Allah yang tidak kelihatan itulah yang memberikan kepada manusia makna,kekuatan,penghiburan,dan pengharapan dalam menjalani kehidupan mereka. Bagi orang beriman realitas yang tidak kelihatan itu lebih berharga daripada yang kelihatan, "karena yang tidak kelihatan itu kekal dan yang kelihatan itu sementara" (2Kor. 4;18). Bahkan lebih dari itu, Allah adalah realitas yang paling riil dari semuanya. Dunia dengan segala isinya akan berlalu;kekasih,orangtua atau anak,suami atau istri, saudara atau sahabat, dan semua yang kita banggakan akan berlalu dari kehidupan kita kelak, tetapi Tuhan akan tetap selama-lamanya bersama kita. Sungguh ironis, terkadang manusia merasa Tuhan dan pertolonganNya kurang riil karena Ia tidak kelihatan, sebaliknya menganggap manusia itu lebih riil. Manusia cenderung untuk menyembah sesuatu yang kelihatan dan mengabaikan Allah yang tidak kelihatan. Manusia rohani atau orang beriman akan memandang Allah lebih besar daripada semua yang lain, ia aka lebih takut pada Allah daripada manusia dan hal lain. Dengan demikian ia akan memiliki keteguhan dan tidak akan mudah digoyahkan, ia dapat melihat pelangi dibalik awan yang kelabu,
Ketika kita percaya kepada Allah, kita mempercayai Dia sebagai Pencipta Alam Semesta yang memiliki kedaultan tertinggi atas segala sesuatu dan atas kehidupan kita, satu-satunya Pribadi yang paling besar dalam kehidupan kita, tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Dia, karena itu kita sebaiknya memberikan penghormatan tertinggi hanya kepadaNya dan tidak memberikan penghormatan seperti itu kepada yang lain. Kebenaran ini terus bergema didalam seluruh Kitab Suci bahwa Allah harus menjadi yang terutama dalam hidup kita lebih daripada orang tua, anak, kekasih, harta, bahkan diri kita sendiri. Dan ingatlah, semua itu Tuhan maksudkan demi untuk kebaikan kita.
Percaya kepada Allah berarti mempercayai Dia sebagai sumber berkat sejati, bahwa "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna" datang dari Tuhan (Yak:1;17). Allah adalah satu-satunya sumber berkat sejati, karena itu memiliki Tuhan berarti memiliki berkat terbesar. Orang demikian akan memiliki kelegaan terbesar karena Allah yang mengasihiNya pasti akan mencukupi setiap kebutuhannya. Tuhan mengasihi setiap anakNya, setiap orang dikasihiNya secara khusus walaupun setiap orang memiliki situasi hidup yang berbeda, tetapi setiap orang menerima kasih yang tidak kurang. Karena itu, kita tidak perlu iri hati pada orang lain yang memiliki situasi hidup yang berbeda darinya. Biarlah kita merespons setiap anugrah Tuhan bagi kita dengan sikap yang positif dan beriman.
Pengalaman saya sendiri selama hidup, yang tentunya sudah banyak mengalami banyak peristiwa, sedih, senang, terharu dan sebagaiannya, Namun semua itu tetap saya pikirkan sebagai kuasa Tuhan yang paling indah untuk menjadikan saya semakin kuat. Saya juga berusaha untuk berbuat baik walaupun saya adalah manusia yang penuh dengan kelemahan. Salah satunya kebaikan yang baru-baru saja saya lakukan adalah saat saya beribadah di gereja katolik St. Athanasius KarangPanas Semarang dan bangku-bangku untuk beribadah sudah penuh, dan ada banyak orang yang tidak mendapatkan tempat duduk, saya pun mengalah dengan seorang ibu dan anaknya, mereka pun duduk ditempat duduk awal saya, dan saya berdiri, kalau menurut orang awam mungkin hal itu akan membuat saya lelah karna berdiri disepanjang misa, namun bagi saya apabila hal tersebut dilakukan dengan tulus, akan sangat membahagiakan. Marilah lebih banyak menyalur kebaikan atas dasar iman kepada sesama manusia, hewan, dan lingkungan hidup. Semoga dapat menjadi Berkat.
Berkah dalem

Nice artikel.. Terus berkarya 😊
ReplyDeleteNice artikel.. Terus berkarya 😊
ReplyDeletenice article:)
ReplyDeleteNice artikel. Terus berkarya. Godbless
ReplyDeleteSemoga artikel ini menginspirasi semua orang agar berbuat baik tidak hanya kpd sesama manusia tp juga hewan dan semua lingkungan hidup. God bless u
ReplyDeleteNice article. Keep writing karin. God bless u :l
ReplyDeleteNiceeer.. GBU
ReplyDeleteKadang manusia meremehkan kehadiran Tuhan yang mampu menolong kita dalam situasi dan kondisi apapun. Semoga artikel ini dapat menguatkan iman kita, amin
ReplyDelete